Berita
4/26/13, 8:34 PM
5000 Keturunan Si Raja Panggabean Bersuka Cita Rayakan Natal di Medan
SIB
Perayaan Natal Perkumpulan Pompran Si Raja Panggabean Boru Bere (P3BB) Kota Medan dihadiri sekitar 5000 orang ditandai dengan pengukuhan panitia Tarombo ni Si Raja Panggabean yang diketuai Drs. Tahan M. Panggabean, MM Sabtu (15/12) di TD Pardede Hall Medan.
Pada kesempatan itu Ketua Umum Partangiangan Panggabean Nasional Sahala Panggabean MBA menyerahkan mandat penyelenggara Partangiangan/Doa Syukuran Pomparan Si Raja Panggabean 2013 di Tarutung kepada Koordinator Wilayah Sumut minus Silindung kepada Anton Panggabean, SE, MSi.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, MTh, Ephorus Emeritus HKBP Dr. JR Hutauruk menyalakan lilin, responsoria Pdt. Goklas Panggabean STh, turut mendampingi Pdt. Bernard Simorangkir dan Pdt. Inglen Panggabean. Dalam khotbahnya Pdt. Martongo mengatakan keberhasilan pomparan Si Raja Panggabean yang berhasil jadi pemimpin, politisi dan pengusaha berkat doa para leluhur Panggabean yang pertama kali menerima injil di Tanah Batak. Warga Panggabean pertama kali menerima injil di tanah Batak merupakan keturunan yang ke 6 dan ke 7. Untuk itu dipesankan Pendeta dalam khotbahnya agar pomparan Panggabean senantiasa berdoa, sesuai thema Natal "Tetaplah Berdoa".
"Keberhasilan Pomparan Panggabean saat ini merupakan buah dari doa nenk Panggabean yang telah menerima Kristus sehingga secara turun-temurun melahirkan generasi yang hebat dan cerdas. Kita harus beryukur dan bersuka cita, pomparan panggabean terus menunjukkan dirinya sebagai generasi yang hebat sampai di zaman modernisasi abad 21 ini", jelasnya.
Doa Syukur Harus Berkualitas
Pdt. Martongo berharap kepada Pomparan Panggabean jangan menjadi orang yang susah dipercaya kerena dilindas era modernisasi. Sukacita hendaknya makin panjang tidak sebatas baju baru ketika sudah lusuh tidak dipakai lagi dan sukacita jangan sebatas hari Natal di bulan Desember. "Sukacita tidak boleh sebatas kemewahan karena itu temporer, tetapi kita butuh sukacita yang senantiasa mengalir yaitu Firman Tuhan", paparnya.
Kalau berkat yang sudah diterima sampai di zaman ini makin berkelimpahan hendaknya doa syukur yang disampaikan kepada Tuhan harus makin berkualitas, jangan selalu meminta dan meminta, doa dari tahun ke tahun itu-itu saja. Jika berdoa pergilah berdiam diri dalam kamar, doa tidak semata meminta keperluan tapi meminta agar kehendak Allah yang jadi. "Biarlah Allah yang berdaulat atas kita, apa yang dikehendaki Tuhan itulah yang jadi, bukan kehendak kita, jika ini diterapkan, punguan Panggabean akan menjadi berkat bagi bangsa dan negara", paparnya.
Dr. Ing. Hotma Panggabean menyerahkan estafet pembuatan Tarombo Panggabean volume II kepada Tahan Panggabean. Volume I sudah dibuat sampai batas tahun 1960 oleh Guru Boas Panggabean yang melakukan pengumpulan data ketika itu. Tahan Panggabean mengatakan buku tarombo Panggabean dicetak di kertas lux dan mewah dan disebarluaskan dari tangan ke tangan melibatkan banyak orang termasuk tokoh adat di kalangan marga Panggabean.
"Dengan tarombo Panggabean kita lebih mudah martutur, lebih mudah mengenali diri kita sendiri siapa kita, pinompar ompu apa kita, nomor berapa sehingga tahu bagaimana posisi kita dalam partuturon dan selanjutnya memudahkan pelaksanaan Adat di kalangan pomparan si Raja Panggabean", ucap Tahan.
Keunggulan Gen Panggabean
Tahan Panggabean yang juga Ketua Fraksi P Demokrat DPRD Sumut ini menjelaskan, pasca Nommensen datang ke Tanah Batak menyebarkan injil banyak pomparan Panggabean menjadi terkemuka. Era Orde Lama muncul pomparan Panggabean yang cerdas seperti konglomerat J. Ketler Panggabean, masa Orde Baru muncul Jenderal Maraden Panggabean, dari Orde Baru sampai era Reformasi muncul DR. GM. Panggabean sebagai tokoh budaya dan politik yang sangat disegani.
"Beliau mendirikan koran Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) menjadi surat kabar idola bagi masyarakat Batak khususnya Sumut dan Pendiri Universitas Sisingamangaraja XII dan ada juga Olo Panggabean yang dermawan (tokoh pentolan OKP)", jelas Tahan.
Era tahun 70-80an ketika orang belum melek huruf, Panggabean sudah punya Profesor Apul Panggabean, kemudian ada Dr. Ing. Hotma Panggabean yang bersekolah ke Jerman hingga S3, ada juga Lolo Marangkup Panggabean ahli Fisika, seniman Reynold Panggabean, pelawak Tika br. Panggabean, pemunyi pop Sammy Simorangkir, Joel Simorangkir dan banyak lagi prestasi Panggabean lainnya.
"Bagaimana dengan generasi penerus setelah mereka berlalu, kapan lagi ada Jenderal Panggabean muncul, politisi, birokrat yang berpengaruh serta pekerja yang handal, ini tantangan sekaligus mendorong tumbuhnya pengharapan, ingat bahwa ada fakta yang jelas ada gen yang unggul diturunkan melalui ompunta si Raja Panggabean, gen yang berpotensi menghasilkan jenius-jenius" imbuhnya.
Pada kesempatan itu diserahkan hadiah kepada juara paduan suara "Mars Si Raja Panggabean", juara I Sektor Sentosa, juara II Sektor Helvetia, juara III Sektor Medan Baru, juara harapan I Sektor Medan Teladan, harapan II Sektor P. Brayan, dan harapan III Sektor Medan Timur. Turut hadir Ny DR GM Panggabean R br Hutagalung, Dr Ing Hotma Panggabean, Ny Panggabean Gaberia br Pardede, Ketua P3BB Kota Medan Drs Murtama Panggabean MPd, Sekretaris P3BB Drs Faber Simorangkir MPd, Sekretaris Panitia John Hard Panggabean, Johan Panggabean, Sekda Pemko P Siantar Drs Donver Panggabean MSi, Ir Ardin Panggabean, Sahala Panggabean MBA dari Semarang, Poltak Panggabean, St Ojak Panggabean, St JEL Panggabean, Ir Bistok Panggabean, Ir Lidang Panggabean, Pastas Panggabean, St Ir Leo Panggabean, Parulian Panggabean, Jhon Eron Panggabean, Panogari Panggabean, Ir BTL Panggabean, Drs Himpun Panggabean MS, dll.